7 Keterampilan Efektif Yang Perlu Dimiliki Oleh Pemimpin millenials

Berkaca dari America, pekerja millenials (fresh graduate) saat ini mengalami peningkatan dan pada tahun 2015, generasi tersebut menjadi kelompok terbesar dalam industry kerja. Menurut analisis pew riset baru-baru ini, lebih dari satu dari tiga pekerja Amerika adalah generasi millenials. Jika para millenials saat ini sudah mulai bekerja menduduki level staff, maka dengan segala ambisi dan techsavy serta  kreatifitas pekerja muda, tidak diragukan lagi bahwa 2 atau beberapa tahun lagi mereka akan bergerak ke tingkat managerial yang bisa membahwahi tim dan menjadi panutan tim. Sosok pemimpin-pemimpin muda tersebut akan lahir degan pemikiran-pemikiran versi generasi millenials.

Untuk tetap berada pada pakemnya, mereka (pemimpin muda) tetap memerlukan bimbingan dari para senior dan karyawan lainnya. Dengan adanya arahan, mereka akan menemukan cara terbaik dalam memimpin, yang memiliki gagasan berbeda untuk menyelesaikan seseuatu. Dengan begitu, mereka dapat memimpin generasinya sendiri maupun karyawan lain yang berbeda usia. Dikutip dari www.thindifference.com, David Grossman mengumpulkan list mengenai 7 keterampilan paling efektif yang dimiliki dan dapat diaplikasikan oleh pemimpin millenials.

Empat keterampilan pertama ini didapat dari penelitian terbaru McKinsey & Company yang menyarankan bahwa sebagian kecil keterampilan kepemimpinan ini berhubungan langsung dengan kesuksesan kepemimpinan dan berlaku untuk semua pemimpin dari generasi manapun serta 3 keterampialn lainnya berasal dari sharing pengalaman pribadi   seorang David Grossman. Cekidot !

 

  1. Dapat memecahkan masalah dengan cara paling efektif bukan berarti tercepat atau termudah

 

Point pertama ini benar-benar tentang menjadi pemimpin yang kuat dan visioner yang merencanakan strategy dan bekerja keras untuk melaksanakannya. Seringkali pemimpin menganggap bahwa selama ini mereka memiliki gagasan, visi, dan tujuan adalah bekal yang cukup untuk menjalani masa depan. Namun bukan hanya bekal itu yang dibutuhkan, pada generasi sekarang yang berubah-ubah minatnya, seorang pemimpin yang baik harus membuat perencanaan yang taktis dan jelas sehingga bisa mengeja jalan dan perubahan ke depan.

 

  1. Berorientasi Kuat Pada Hasil

 

Yups, berorientasi pada hasil merupakan visi yang harus digaungkan. Pada point ini adalah tentang menjadi efisien, produktif, dan memprioritaskan pekerjaan sebagai nilai tertinggi. Sebagai pemimpin millenials diharuskan untuk memulia perencanaan dengan terlebih dahulu menguraikan tujuan dan hasil bisnis seperti apa yang mereka cari. Sebagai pemimpin yang paling efektif adalah bisa mengetahui bahwa setiap orang perlu memahami tindakan apa yang paling penting bagi keberhasilan sebuah organisasi.Terus C

 

  1. Terus Cari  Perspektif yang beda               

 

Menurut david grossman, dia menyadari bahwa sederhananya, setiap orang itu perlu memimpin. Dalam sebuah organisasi yang sukses, menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang orang yang mengelola orang lain. sebaliknya, ini tentang membantu membuat semua orang  bisa memimpin. Selain dipantau, karyawan juga perlu didorong agar bisa menyampaikan gagasan untuk memperbaiki organisasi dan mengambil setiap keputusan atas dasar analisis eksternal bukan hanya dari sisi internal. 

 

  1. Saling Mendukung Dan Peduli

 

Caring dan sharing merupakan cara yang paling humanis untuk mempertahankan hubungan. Perlu diketahui oleh para calon pemimpin milenials termasuk kita kedepannya adalah memiliki rasa saling peduli, lebih mengenal satu sama lain di dalam tim. Selain itu, mempelajari lebih dalam apa yang lebih memotivasi mereka dalam bekerja akan membuat mereka bisa menyesuaikan tujuan bisnis yang telah dirumuskan. 

 

  1. Pemimpin Tersebut Menunjukkan Komitmen Untuk Menginspirasi Timnya.

 

Yang paling efektif dalam kepemimpinan adalah tentang inspirasi, dan bahwa mendorong pemikiran ke tindakan itu membutuhkan hubungan emosional yang baik yang dapat mengetuk hati karyawan lainnya diluar fakta dan konteks yang telah ditetapkan perusahaan. Menjadi sosok young leader atau pemimpin muda yang inspirational pertama-tama adalah dengan mencari tahu apa yang diinginkan oleh karyawan dalam bidangnya serta memberikan akses yang dapat  menunjang kinerja mereka. 

 

  1. Saling Menghormati 

 

Fundamental tentang hormat dan dihormati adalah jujur pada diris endiri dan orang –orang di sekitar serta berkata dan bersikap dengan cara yang baik dan hormat pula. Menjadi otentik bukanlah tentang pemimpin yang mengatakan apapun yang mereka pikirkan atau rasakan. Hal itu akan merusak pemimpin pribadi, orang lain atau perusahaan. Sebagai gantinya, pemimpin milenials perlu percaya diri, dan bijaksana serta peka terhadap kebutuhan orang lain dan memandang kepentingan terbaik orang lain pula.

 

  1. Menjaga Komunikasi dan Hubungan Baik

 

Keaslian yang terhormat adalah tentang proses konstan ini menjadi jujur ​​- terlebih dahulu dengan diri Anda dan kemudian dengan orang lain - dan mengatakan hal-hal yang perlu dikatakan dengan cara yang baik dan hormat. Menjadi otentik bukanlah tentang pemimpin yang mengatakan apapun yang mereka pikirkan atau rasakan. Itu akan merusak pemimpin pribadi, orang lain, atau perusahaan. Sebagai gantinya, pemimpin yang percaya diri dengan bijaksana peka terhadap kebutuhan orang lain dan memandang kepentingan terbaik orang lain. Mereka berbagi kebenaran dengan keberanian yang tenang, dan mempertimbangkan apa yang penonton dapat mengerti, memproses dan memanfaatkannya. Memberi informasi kepada seseorang yang mereka punya sedikit cara untuk memproses atau memahami bisa menimbulkan kebingungan dan kecemasan.