JANGAN LANGSUNG TERIMA TAWARAN PEKERJAAN SEBELUM MENGAJUKAN 10 PERTANYAAN INI !

Rasa haru dan bahagia pasti menyelimuti perasaan kamu ketika dinyatakan bahwa kamu lolos seleksi kerja. namun jangan terlalu larut dalam kebahagian. Artinya kamu harus tetap fokus pada hal-hal yang perlu kamu perjuangkan di pekerjaanmu selanjutnya. Perhatikan bagaimana kebijakan perusahaan dalam memenuhi hak karyawan-karyawan. Sehingga dengan demian, kamu punya panduan untuk memposisikan hak kamu dan terbentuk win-win solution yang bisa disepakati bersama. Untuk kamu yang baru saja mendapatkan tawaran pekerjaan, baik kamu yang sudah berpengalaman atau freshgraduate, dikutip dari forbes.com, berikut 10 pertanyaan yang bisa kamu ajukan untuk membentuk kesepatakan kerja kedepannya.

 

  1. Jika kamu sudah cukup jelas dengan penjelasan ruang lingkup pekerjaan, kamu boleh mengajukan pertanyaan tentang standar jam kerja yang telah berlaku.

 

  1. Apa yang perusahaan harapkan di luar jam kerja ? misalnya seperti merespon email atau perintah darurat, terlebih saat weekend, apakah hal tersebut juga menjadi bagian dalam pekerjaan.

 

  1. Bagaimana aturan atau norma di sini tentang pengajuan cuti ? Bagaimana mengambil cuti untuk liburan, waktu kerja pribadi dan sakit? Bagaimana dengan jam-jam yang mungkin saya perlukan untuk janji dokter atau yang lainnya?

 

  1. Bertanya tentang rules /peraturan dalam pekerjaan itu sah-sah saja. Termasuk misalkan jika cuaca didaerah mu tidak mendukung untuk pergi kekantor, atau misalkan ada anggota keluarga yang sedang sakit, apakah perusahaan bisa mengeluarkan surat ijin untuk tetap melakukan pekerjaan dari rumah.

 

  1. Untuk memperjelas jam kerja, mungkin kamu bisa mengajukan pertanyaan terkait waktu yang fleksibel dalam pekerjaan yang telah disepakati itu seperti apa.

 

  1. Berkaitan dengan hubungan antara perusahaan dengan klien internal, untuk mudah menyesuaikan tugas, kamu harus tau hubungan yang seperti apa yang diinginkan antara perusahaan dan klien. Termasuk jika kamu harus meluangkan waktu untuk menemui klien perusahaan di luar jam kerja.

 

  1. Jika posisi kamu sebagai anggota divisi atau level staff, kamu harus mengetahui siapa pimpinan yang akan mengevaluasi dan memberikan penilaian akan peran mu dan mengetahui kriteria penilaian-penilaian tersebut.

 

  1. Jika kamu sedang mengajukan diri untuk jamatan marketing atau sales, mengetahui lebih dalam tentang klien-klien yang sangat berperan bagi perusahaan menjadi point yang penting untuk diajukan. Kamu perlu mengetahui strategi apa saja yang dilakukan perusahaan untuk menjaga hubungan dengan klien, termasuk mengetahui kebiasaan mereka serta gaya komunikasi yang sering dilakukan.

 

  1. Apapun jabatan yang sedang ditawarkan kepada mu, untuk membuat performa mu lebih baik, kamu wajib menanyakan tantangan seperti apa yang akan kamu hadapi, dan mintalah contoh kasus atau tindakan untuk mengatasi rintangan tersebut.

 

  1. Sebagai calon pendatang baru dalam sebuah divisi atau perusahaan, agar mudah beradaptasi, tidak ada salahnya bila kamu ingin mengetahui budaya dan tim manajemen perusahaan tersebut.

 

Mengajukan pertanyaan disaat wawancara kerja adalah salah satu wujud diskusi yang interaktif antara kita dan interviewer. Namun terkadang kita tidak tau pertanyaan yang seperti apa yang akan kita ajukan, karena mungkin tertutup dengan rasa grogi. Padahal jika dilihat lebih detail, banyak hal yang bisa kita tanyakan, termasuk 10 pertanyaan tersebut yang bisa kita ajukan ke tim interview dengan cara yang professional. (rys)