INI 5 ALASAN KENAPA MILLENIALS SERING JADI KUTU LONCAT Di DUNIA KERJA

Generasi Millennials adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000 an, millennials hidup dimana teknologi sudah serba ada berbeda bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Millennials dikenal memiliki karakter yang kreatif dan inovatif sehingga kehadiran mereka memberi warna baru pada dunia kerja. Namun, sayangnya generasi millennials juga dikenal sebagai kutu loncat dalam dunia kerja karena kebiasaan mereka suka pindah-pindah kerja dalam waktu yang singkat. Berikut 5 alasan generasi Millenials sering menjadi kutu loncat dalam dunia kerja:

 

1. Mereka masih mencari passion mereka dalam dunia kerja

 

Sebagian Millennials mungkin baru pertama kali masuk dunia kerja, sehingga mereka masih mencari-cari passion mereka dalam bidang pekerjaan. Tak heran millennials rata-rata hanya menghabiskan kontrak kerja mereka dan mencari perusahaan lain dengan bidang yang cukup ekstrim perbedaannya.

Mereka akan terus mencari sampai di titik mereka menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka. Walaupun begitu millennials yang sudah menemukan passion nya akan memacu sisi kreatif dan inovatif mereka, tak heran lho banyak millennials yang menciptakan teknologi baru di era modern ini.

2. Menginginkan gaji yang lebih tinggi juga termasuk salah satu alasan

                                       

Millennials juga suka pindah-pindah kerja dengan alasan pendapatan yang lebih tinggi. Biasanya di setelah beberapa lama bekerja mulai masuk tawaran pekerjaan dari perusahaan lain dengan pendapatan yang lebih tinggi. Millennials yang rata-rata masih dalam usia muda dan sedang membangun masa depan tentu tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

 

3. Bukan berarti mata duitan sih, tapi tuntutan hidup zaman sekarang yang gak sebanding dengan pendapatan

 

 

Selalu menginginkan pendapatan yang lebih tinggi bukan berarti millennials mata duitan lho! Tuntutan akan kebutuhan turut berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Apabila zaman dahulu pendapatan masih bisa disisihkan untuk mencicil rumah, zaman sekarang nilai pendapatan tidak sebanding dengan harga rumah tinggal. Belum lagi adanya biaya kebutuhan sosial yang lama-lama ikut menjadi gaya hidup seperti nongkrong, nonton, maupun sekedar ngopi cantik.

 

4. Selain itu jenjang karir juga menjadi incaran mereka

 

Jenjang karir juga menjadi incaran para millennials dengan berpindah-pindah kerja. Bertahan di satu perusahaan dengan persaingan yang jumlahnya banyak akan sulit bagi millennials untuk mencapai jenjang karir yang tinggi di usia muda.

Salah satu caranya adalah dengan menjadi kutu loncat, karena selain menawarkan pendapatan yang lebih tinggi biasanya calon perusahaan juga akan menawarkan jenjang karir yang lebih tinggi. Siapa sih yang tidak ingin mencapai posisi tinggi dalam karir di usia muda, apalagi untuk meyakinkan calon mertua agar segera direstui.

 

5. Generasi millennial memiliki karakter menginginkan segala sesuatu yang instan, walaupun sisi positifnya mereka kreatif dan inovatif abis!

 

 

Millennials hidup di zaman teknologi yang serba canggih, ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang harus berjuang bahkan untuk menikmati hiburan. Maka muncullah karakter millennials yang menginginkan segala sesuatu yang serba instan, walaupun sisi positifnya terkadang ide-ide mereka 'out of the box'. Karena keinginan untuk ekspress dan serba instan millennials seringkali menghasilkan inovasi-inovasi yang kreatif.

Tak dapat dipungkiri perusahaan tentunya membutuhkan generasi millennials ini karena bagaimanapun merekalah generasi penerus. Ketakutan perusahaan akan kebiasaan menjadi kutu loncat mungkin dapat diatasi dengan menyediakan kenyamanan mereka dalam bekerja. Buktinya sekarang banyak kok perusahaan-perusahaan yang membuat inovasi baru dalam dunia kerja dan tentunya menjadi incaran para millennials!

 

Sumber : IDN Times